Halaman

Minggu, 22 April 2012

Ingatkah Kau Sahabat ku





malam terasa sangat sunyi 
saat kau tak didekatku
ingatkah kau saat suka duka kita bersama
saat kita tertawa gembira
dibawah payung pohon yang indah
yang melindungi kita dari tetesan air hujan
dan di gelapya perjalanan yang kita tempuh

Kehidupan Ku




hembusan angin kian menusuk tulangku
membuat ku terbangun dari tidurku
tetesan air hujan menghampiri membasahi tubuhku
yang kulihat saat itu hanyalah gelap hitam dan kelam
sampai seseorang datang menghampiri aku
ia mewarnai gelapnya dinding kehidupanku

SabarKu





aku memang manusia lemah yang tak berguna
dimanapun aku berada aku hanya membawa derita
kuakui aku memang tak bisa apa-apa
yang kumiliki hayalah selembar rasa sabar yag selalu ku jaga

Cinta pandangan pertama


Saat pertama kali berjumpa
Ku telah jatuh hati pada mu
Engkau merubah hidup ku
Lebih berwarna dan penuh makna

Bantu Aku Membenci Dirimu


dia kembali mengisi setiap ruang kosong di hidup ku
dengan belaian sayang dan semua janji-janji cintanya terhadap diriku
sungguh...
ku tag mengerti dengan semua ini
kemarin dia pergi tinggalkan diriku sendiri dalam sepi bertemandkan mimpi
mimpi yg takan mungkend dapat ku miliki
sekarang dia datang membawa sejuta harapan baru yg telah hilang di makan waktu

Pahami Aku dan Perasaan Aku...


Telah ku coba tuk mencari pengganti dirimu
Melabuhkan hati di semua wanita yang ku cinta
Tapi tetap saja ku tak bisa mengganti dirimu di hati ku
Saat semua telah berlalu seiring waktu
Telah ku temukan sang penakluk hati ku
Dia merubah setiap detik alur hidup ku

Kembali Pergi



Setitik kebahagiaan datang saat ku lihat dia kembali
Rasa kerinduan yang mendalam telah terhapuskan
Suasana hati yang tak karuan menerjang kesunyian
Namun semua hilang saat mobil berjalan

Rasa Ini



Sehangat mentari pagi yang menyinari bumi
Engkau datang membius hati dan fikiran ini
Perlahan namun pasti
Rasuki fikiran dan hati ini

CERITA KU



   Tett... tett... tet... Bel berbunyi, tanda bahwa semua siswa harus sudah memasuki kelasnya masing-masing. Hm... Hari ini adalah hari pertama aku menggunakan seragam putih biru. Seneng sih bisa bertemu dengan teman-teman baru, guru baru dan suasana yang baru. Saat di kelas, aku hanya bisa terdiam seribu bahasa. Bagaimana tidak? Aku belum kenal dengan teman-teman ku di kelas.

DIMANA AKU?




    Hari ini adalah hari pertama aku liburan di rumah nenek. Hm... Pasti asyik nih jauh dari peraturan papa dan mama, pikir ku. Sesampainya di rumah nenek aku langsung mencari kamar yang jendelanya menghadap ke pekarangan belakang, jadi bisa sambil menikmati pemandangan. Kalau tidak cepat, bisa-bisa kakak ku yang ambil kamar itu. Dia kan suka menindas aku yang masih kecil ini. Asyik bisa istirahat deh di kamar ini, pemandangannya bagus lagi, sambil menata pakaian di lemari yang sudah tua. Di kamar ini simple, hanya ada satu ranjang/tempat tidur dan satu lemari kayu. Kakak ku tidur di sebelah kamar ku, kamar yang itu sih lengkap. Ada TV, kulkas, tapi tidak bisa menikmati pemandangan yang indah seperti di kamar ku. Karena di kamar itu tidak ada jendelanya. Lumayan cocok lah untuk kakak ku, dia kan orangnya egois dan arogan lagi.

Tegar




Terkadang ku ragu
Bila terang telah rapuh
Waktu berkata seakan tahu
Pagi kan hilang di makan waktu